Si Pengemis Tua

 

Ingar-bingar menusuk telinga

Keringat termakan senja

Mengais rezeki di tengah kota

 

Tertatih-tatih melangkah

Dengan tongkat kayu untuk memapah

Tubuhnya yang renta

Harus merasakan kejamnya semesta

 

Sebatang kara

Yang selalu semangat di tengah kejamnya dunia

Melewati hidup yang penuh luka

Walau raga menunggu waktu untuk kembali kepada Yang Mahakuasa

 

Postingan Populer